Sebanyak 80 mahasiswa Program Studi (Prodi) Seni Karawitan ISI Solo melakukan aksi nyata dalam pelestarian budaya melalui kegiatan praktik lapangan di 28 sekolah yang tersebar di wilayah Solo Raya. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Metode Pelatihan Karawitan, di mana para mahasiswa berperan langsung sebagai pelatih seni gamelan di institusi pendidikan. Langkah ini diambil untuk memberikan pengalaman mengajar secara nyata bagi mahasiswa, sekaligus menyelaraskan kurikulum akademik dengan kebutuhan masyarakat.
Selama periode kegiatan, para mahasiswa mendampingi siswa-siswi di berbagai jenjang sekolah untuk mendalami teknik dasar hingga penyajian gending-gending Jawa. Kegiatan ini adalah wujud hilirisasi ilmu pengetahuan dari kampus ke sekolah-sekolah. Mahasiswa ditantang untuk mampu mentransfer keahlian mereka, sementara prodi membangun fondasi kerja sama yang berkelanjutan dengan para stakeholder di Solo Raya. Tak hanya sekadar menjalankan tugas mata kuliah, momentum ini juga dimanfaatkan oleh Prodi Seni Karawitan untuk memperluas jejaring kerja sama formal. Tercatat, sebanyak 28 dokumen Implementation Arrangement (IA) berhasil ditandatangani antara pihak prodi dengan masing-masing sekolah mitra sebagai wujud Sinergi Akademik dan Kemitraan Strategis.
Penandatanganan 28 IA ini menjadi bukti komitmen prodi dalam memperbanyak mitra strategis. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan kolaborasi antara kampus dan sekolah tidak berhenti pada tugas mata kuliah saja, melainkan berlanjut dalam bentuk pembinaan seni, penelitian pendidikan, maupun pengabdian masyarakat di masa mendatang. Melalui program ini, semangat “Karawitan tetap menggaung” benar-benar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda di bangku sekolah, sekaligus mempertegas posisi institusi sebagai pusat pelestarian dan pengembangan seni tradisional yang adaptif.
sumber : wartabengawa